Tampilkan postingan dengan label alat rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Kursi Tamu Mungil (Pengecatan)

Wow! kursiku hampir jadi nih!....setelah dirakit jadi kursi setiap sambungan kayu dibubuhi dempul kayu untuk mengisi ruang kosong antara sambungan lalu sapukan cat dasar (plamir) ke seluruh permukaan kayu, jemur atau biarkan hingga benar-benar kering

 
Bila sudah kering haluskan permukaan kayu yang sudah dicat plamir tadi menggunakan kertas ampelas, gosok hingga halus













 



Jangan lupa bagian- bagian rumitnya, harus sabar saat mengerjakan tahap ini










 




Mulailah mengecat lapisan pertama, biasanya hasil cat akan menyatu dulu dengan cat dasarnya







 





Setelah kering coba haluskan kembali dengan ampelas, rasakan sensasi halusnya.....
















Aplikasikan lapisan cat kedua.....hasilnya lebih terlihat.....






Saya suka cat dengan gaya abstrak, kali ini saya sapukan cat dengan gradasi lebih tua yang diaplikasikan secara acak mengikuti arah serat kayu














Dibagian sisi kursi sapukan cat secara vertikal, sapukan secara pelan dan hati-hati














Saya juga membuat shadow di setiap pinggiran kayu











Juga di sepanjang sandaran, kesannya lebih vintage tapi terlihat anyar!











Selesai sudah langkah pengecatanm....it's very easy!, tapi kalau bisa jangan di hari sedang mendung...ntar kelamaan keringnya....soalnya kalau sudah tahap ini kesabaran kita sudah tipis ingin segera melihat kursi ini jadi....









Sedikit aplikasikan gambar lukisan untuk mempercantik kursi, terapkan pada beberapa bagian kursi jangan kebanyakan yah ntar malah terlihat norak!










Saya buat di setiap sudut sandaran saja.....tidak lebih....
Lalu setelah cat kering segera sapukan vernis ke seluruh permukaan kayu, gunanya untuk melindungi cat agar tidak mudah pudar......
Akhirnya.....kursi mungilku.....jadi juga....walau kamu berasal dari bupet butut!.....
Selama kita gunakan akal apapun bisa terjadi....

Selamat berkarya.....



Senin, 23 September 2013

Membuat Kursi Tamu (bagian 2 : sisi dan perakitan)

Di postingan yang lalu, kami sudah membuatkan bagian kursi yaitu sandaran. Sekarang saya akan membuat bagian kursi yang lain yaitu bagian sisinya, sebut saja samping kursi, tentu saya gunakan kayu bekas lemari yang itu juga....yang setelah dihitung-hitung bahannya cukup untuk kursi model ini.
Langsung saja kita lihat caranya di bawah ini.....




Seperti kemarin karena kayunya berdempetan sebaiknya kita pisahkan satu demi satu














Ukuran samping kursi tamu ini lebar 60 cm, tinggi belakang  dan tinggi duduk (depan) 30 cm 70 cm. Kayu yang sudah dipisah-pisah tadi dipotong sesuai ukuran samping kursi










Gabungkan potongan kayu, buat serapat mungkin, caranya menggunakan sistem pasak paku (gunakan paku yang bagian kepalanya pipih/gepeng)










Kepala pakunya dipipihkan seperti ini caranya pukul paku dengan martil di atas alas yang terbuat dari besi supaya diperoleh bentuk pipih/.gepeng. Penampakannya akan seperti ini











Buat paku secukupnya










Buat potongan kayu dua buah untuk atas dan bawah













Tempelkan ke bagian ini dengan cara dipaku, gunanya untuk memperkuat/menahan deretan papan agar tidak bergeser/goyah








Potong sedikit bagian atas kursi untuk tempat sandaran

















Potong juga untuk sandaran lututnya










Di samping ini ada papan sandaran (bawah) dan papan lutut (atas) siap dirakitkan










Tempel/gabungkan papan lutut di tempat bagian depan kursi, beri lem kayu pada setiap penampang kayu yang akan digabung lalu kunci dengan paku










Buatlah serata mungkin antara penampang papan lutut dan papan samping ("wuiih....ada kopi....surupuut....)













Pasang juga papan sandaranya
















Penampakan secara keseluruhan bagian samping












Dan....tampak depan...lihat.....manis banget kan kelihatannya, antik.....
O ya, buat pula papan untuk tempat duduknya (yang ada kopinya) tidak mesti rapat bolehlah sedikit renggang

Saya sudah tak sabar nunggu kursi ini agar segera jadi.....kayaknya bagus nih!......



Sketsa tahapan pengerjaannya seperti gambar ini







Selamat Berkarya.......















Senin, 16 September 2013

Membuat Kursi Tamu Mungil (Bagian 1 "Sandaran")


Kursi mungil ini dibuat untuk "eco house" di kebun kami, seperti biasanya barang-barang model bergini husband-ku yang buat. Ini kebetulan ada kayu bekas lemari rak yang sudah usang, kepikiran ingin punya kursi, kenapa tidak kayunya bisa disulap jadi barang berguna....
Hayuu...sajalah lihat prosesnya....





Ini kayu bekas lemari rak, penampangnya ada 2 papan berdampingan dan dibuka/dipisahkan dengan cara dicongkel dengan obeng atau besi yang ujungnya pipih














Sebagian kecil papan yang sudah dipisah-pisah












Kami ingin membuat sandaran kursinya terlebih dahulu. Ada mal pola dari kertas koran/manila yang saya buat sendiri dan pulpen untuk menandai dan juga bilah papan ini, panjang papannya 110 cm dan lebar 20 cm







Pertama saya buat tanda tengah, buatlah garis vertikal memotong panjang papan












Letakkan mal mulai dari garis tengah ke pinggir, buat garis mengikuti pola













Geser pola ke arah kanan sambungkan pola dengan garis akhir dari pengeplotan pertama, posisi pola dibalik (lihat gambar)













Buat garis pola di sisi kirinya seperti langkah di atas, mulailah dari garis tengah, posisi pola berlawanan dengan garis pola sebelah kanan










Setelah dibuat garis pola, selanjutnya dipotong  mengikuti garis tersebut, kalau husband menggunakan bedog (pisau panjang/pedang), caranya kayunya dipotong (ditatah) sedikit demi sedikit mulai dari pinggir hingga mengenai garis pola, memang sih agak lama mengerjakanya tapi santai saja..lah....mudah-mudahan akan diperoleh bentuk seperti ini



Buat sandaran untuk punggung (lebih lebar) dan sandaran untuk lutut (lebih sempit)













Penampakan 3 dimensi


















Beginilah jadinya.....
Kita lanjutkan ke langkah berikutnya postingannya ada disini....nih..





Selamat berkarya....









Senin, 19 Agustus 2013

Membuat Lampu Lantai

Satu hari saya pernah meminta pada suamiku untuk dibuatkan lampu belajar yang bisa berdiri di lantai atau yang disebut lampu baca. Entah setelah berapa lama permintaan itu didengar hingga suatu hari husband menunjukkan apa yang sedang dibuatnya dan........tralala......lihat gambar-gambar di bawah ini!



Wow! saya terkejut! kenapa lampu belajar yang usianya sudah 15 tahun itu yang dipakai untuk membuat lampu lantai? Bayangkan lampunya sudah usang!......iih...nyebelin... deh!
Husband tersenyum puas ketika saya mulai cemberut....
"Sssstt.....sudahlah ga usah rewel" kata husband lihat saja nanti...











Dudukan lampu tersebut dilepas hingga tinggal pipa fleksibelnya yang masih ada, lalu agar kedudukan lampu menjadi tinggi fleksibelnya disambung dengan pipa paralon. Di ujung atas paralon pasangkan dop yang atasnya telah dilubangi untuk memasukkan baut bawaan dari pipa besi lampu yang ada di dalam fleksibel dan dengan meggunakan lem paralon kedudukan sambungan diperkuat













Tapi.....sayang banget pas lihat bagian bawahnya wauooow.....lagi-lagi kenapa memakai pot plastik yang benar-benar sudah usang...hadeuh...husband....husband....padahal di rumah banyak pot yang masih enak dipandang......kalau mau yang baru gitu...
namun....yah...mau gimana lagi potnya sudah terpasang paten dengan paralon alias ga bisa dicopot karena sudah dicor dengan semen, sekali lagi saya harus menerimanya.....nasib....
Coran semen ini dimaksudkan untuk menambah berat beban bagian bawah lampu agar tidak goyah saat terkena goncangan. O..ya...ternyata lampu ini senang bergoyang-goyang saat terkena sentuhan atau benturan tapi tetap berdiri mantap kecuali dari tiang ke atas....fleksibellah....


Jangan lupa untuk memasang "on-off" atau saklar, installah ini sebelum dicor semen. Di bawah saklar pasang paralon setinggi pot untuk menempatkan gulungan kabel....








Dan buat lubang untuk tempat keluarnya kabel yang akan dipasangkan steker/colokan diujungnya.
Kayaknya mudah sih.....apalagi buat para pria.....iya kan?









Nah! secara wujud utuhnya penampakan lampunya seperti ini, aku masih belum bisa senyum.....habis kelihatannya kumuh sih.....tapi tetap dong saya harus menghargai husband atas karyanya ini, terus terang saya sendiri merasa salut.....
Dan seperti biasanya...lagi-lagi husband bilang "kini giliran ibu untuk membuat lampu ini seperti baru"......yeah....always like this!














Paling gampang menurut saya aplikasikan saja cat warna hitam! dijamin mudah dan cepat. Baru sekali aplikasi cat dipoleskan wuiiih....ternyata sudah terlihat ngenjreng tuh....tunggu hingga kering untuk apikasi cat yang kedua kalinya.
Lihat potnya berubah menjadi seperti baru, goresan-goresan pada pot pun dapat teratasi...iiiihh....yang penting kelihatan seperti yang baru iya dong?









Lampunya juga saya aplikasikan cat, ciyee......cakep juga sudah ngga malu-maluin lagi....bro....beneran deh!














Dan.....ini wujud nyatanya setelah saya "make up"!
Suwer deh saya merasa cukup puas....karena sudah memiliki lampu yang diinginkan selama ini yang saya tidak mengeluarkan uang secara sengaja untuk membuatnya, cukup dari barang-barang bekas yang ada di rumah.....husband ....trims yah.....
Lampu ini sering digunakan saat saya menjahit atau membuat keterampilan lainnya.....


Selamat berkarya.....